jump to navigation

sebuah pertanyaan pahit di balik kata cinta November 3, 2009

Posted by Hidayat Syam in Torehan baday.
add a comment

love

 

Kepada para pengembara

dan para kisanak atau kisanuk yang mengaku berjalan di atas jalan cinta

aku katakan padamu, dan mudah-mudahan aku tidak berkata di atas nafsuku

aku nasihatkan diriku mudah-mudahan aku tidak berkata di atas nafsuku..

Apabila rasa yang engkau pendam  itu

sejak dari hulunya benar-benar di atas cinta sejati karena Ilahi

Maka ia akan senantiasa membahanakan hidupmu dengan bahagia

sebab cinta seperti itu seperti wewangian yang mengisi segenap ruang jiwamu

Bila Allah meneguhkan cintamu

maka tiada pekerjaanmu kecuali bersenandung syukur dan rindu

Dan bila engkau tidak sampai pada cintamu

bersabar adalah pekerjaan yang memerdekakanmu dari rindu

Namun, bila rasa itu sejak dari benihnya

tumbuh di atas tanah nafsu

maka cinta bisa membunuhnu

sebab pekerjaan hawa nafsu itu adalah menyemburatkan racun yang membunuh sendi-sendi hatimu

hingga engkau menderita merasa, patah, kalah, dan terkungkung rasa gundah

serta membuat lupa dengan Allah

karena hati kita sangatlah lemah

karena hati kita sangat lah lemah..

karena hati kita sangatlah lemah

sebab itulah cinta itu hendaknya tidak berlabuh kepada selain Allah

sebab cinta sama sekali tidak layak disembah atau diagungkan sedemikian rupa

apakah kau lupa bahwa tidak sama orang yang terpenjara dengan orang yang merdeka

dan kemerdekaan jiwa itu tidak akan kau raih melainkan bila engkau senantiasa bersama Allah

Jadi hendaklah kita terus berusaha membersihkan sebuah rasa yang menguasai jiwa itu

yang diwakilkan dengan sederhana dan tidak begitu berat di lidah mengatakannya

yakni

….CINTA….

bak setangkai bunga sejuta warna dalam taman Allah yang Maha Mulia

-adabaday-

Suara Jiwa yang Bersembunyi June 26, 2009

Posted by Hidayat Syam in Torehan baday.
1 comment so far

7jan-copy

Wahai orang-orang yang berprasangka pada jiwanya

jangan menganggap benar semua apa yang kau fikirkan dan engkau yakini

sesungguhnya pemilik jiwa adalah Ilahi

maka dalam memahaminya serahkan pula pada Ilahi

sinarilah ia dengan cahaya Al Qur’an dan Sunnah

niscaya jiwamu sembuh dari kepincangannya

atau dari sedu sedannya

atau dari keluh kesahnya

tidak mengapa dikau tidak percaya padaku

tapi aku yakin engkau selalu percaya pada Ilahi

hingga sampai waktunya nanti

Tahukah engkau tetang Dia?

Sesungguh-Nya dia Maha bijaksana

Dan selalu dekat dengan Manusia

Dia telah berjanji

Tidak akan mempercepat atau mengundurkan ajalmu bila waktunya tiba

Maka Penting untuk dikau nikmati

Perjalan menuju Ilahi atas cara yang diminta-Nya

bukan sekehendakmu sendiri

manusia yang penuh kebodohan kebohongan nafsu dan kealfaan

mengapa tidak banyak manusia

yang menginginkan dirinya seperti apa yang Allah inginkan?

Egoisme memang menyesatkan

lihatlah nanti hingga suatu saat

dikala karunia mengantarkan pada sengsara

dan kesengsaraan berbuah kesabaran menuju nikmat

hingga para malaikat berkata pada jiwa yang tenang

~Salamun’alaikum bima shabartum

kesejahteraan untukmu atas kesabaranmu~

atas kesabaranmu berljalan di atas ketaatan

walau disekelilingmu manusia banyak mengingkari

selamat atasmu atas kesabaranmu

berjalan di jalan ilahi di batas-batas yang di tetapkan-Nya

ketahuilah disukai banyak manusia bukanlah kebenaran

tapi kebenaran adalah apa yang ada disisi-Nya

walau mulut-mulut manusia hendak memadamkannya

berusaha mematikan api kebenaran

dengan membuatmu samar dengan yang halal dan yang haram

pekerjaan jiwa ini adalah bersabar

di tengah perjalanan yang terasa panjang

padahal hanya sebentar saja

memang tidak terasa sekarang

namun nanti kala engkau sudah di dalam kubur

pecut malaikat membuat engkau terngaga

pedihnya azab akibat mengikuti hasrat kebanyakan manusia

-adabaday-

belantara dakwah kita June 17, 2009

Posted by Hidayat Syam in Torehan baday.
add a comment


Ghost-Ship

Banyak sekali generasi muda kita berlayar dengan kapal maksiat, mengarungi samudra fitnah, sedangkan nakhodanya adalah bid’ah. Sementara layar-layar hawa nafsu syaitan terkembang dengan gagahnya menuju segala penjuru. Dalam keadaan itu jiwa-jiwa kita masih bangga dan penuh harap berkata “Oh, alangkah penuh berkah dan bergelimang pahala perjalanan dakwah kita”

Engkau menghendaki diriku berkata-kata, sebenarnya aku enggan untuk bersuara, sebab ketika kata tak lagi bermakna, berteriak tiap detikpun tiada arti, berapa banyak telinga manusia mendengar suara, namun hatinya tidak tergetar sedikitpun, laksana keledai yang membawa berumpuk buku. Karena cinta, makna, dan kebenaran di zaman ini dinilai tidak lebih berharga daripada sampah dan sudah dinikmati seenak nafsu!

senja di langit dunia laksana senja yang mewakili derita anak manusia. Lelah pujangga berdamai dengan dunia, namun setiap kompromi tidak ada yang ia dapat kecuali sengsara dan kehinaan. Maka biarkanlah mereka para durjana berpesta di atas peradaban sampah, hingga tidak ada yang mereka dapatkan dari segala keletihan kecuali kerugian, kelak mari kita lihat di antara kita siapa yang tersenyum dan siapa yang hina.

adabaday

my world June 2, 2009

Posted by Hidayat Syam in Torehan baday.
2 comments

Welcome_to_My_World_015_full

Sebagai manusia.. kadang aku merasa tidak hadir di dunia ini adalah lebih baik.. namun, aku sangat sadar dan menerima, bahwa hidup dan mati manusia adalah kehendak Ilahi yang Maha Berkehendak dan Maha Bijaksana, hingga datang dan pergi telah ada tapal batasnya..

(di hari saat aku memandang wajah dunia ini semakin menyebalkan).adabaday.

Pengaruh Sosialisasi Politik Keagamaan Tarbiyah terhadap Loyalitas Partai PKS May 28, 2009

Posted by Hidayat Syam in free baday's academic resources.
1 comment so far

Ini hasil penelitian saya: silahkan di download dengan syarat mengirimkan keterangan/biodata ke email saya ada_baday@yahoo.com. hal ini wajib!

Pengaruh Sosialisasi Politik Keagamaan Tarbiyah terhadap Loyalitas Partai PKS

Hidayat Syam

Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

Penelitian ini mencoba melihat pengaruh sosialisasi politik keagamaan dengan metode tarbiyah (pendidikan Islam) versi gerakan tarbiyah terhadap identifikasi dan loyalitas kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Peneliti juga berasumsi bahwa pemilih Partai Keadilan Sejahtera peserta tarbiyah lebih loyal dibandingkan pemilih PKS yang tidak mengikuti tarbiyah (non-tarbiyah). Seluruh subjek penelitian (N= 160) adalah mahasiswa pemilih PKS dengan rincian sebanyak 40 subjek adalah non-tarbiyah dan 120 subjek adalah mahasiswa peserta tarbiyah. Menggunakan analisis Sructural Equation Modelling (SEM) hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi politik keagamaan dengan metode tarbiyah merupakan prediktor yang positif dan signifikan terhadap identifikasi partai dan loyalitas PKS. Hasil uji MANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara tiga kelompok tarbiyah (kelompok tersosialisasi tinggi, sedang, dan tidak ikut tarbiyah) pada kombinasi linear dari sejumlah variabel terikat. Lebih lanjut, uji univariat menunjukkan perbedaan signifikan antara tiga kelompok tarbiyah berlaku untuk setiap variabel terikat yaitu sikap keseluruhan, identifikasi partai, komponen identifikasi partai (afeksi, kognisi, ideologi, dan identitas sosial), dan loyalitas partai dimana ditemukan pemilih PKS peserta tarbiyah lebih loyal kepada PKS daripada pemilih non-tarbiyah.

PENDAHULUAN

Transmisi gerakan Ikhwanul Muslimin di Indonesia telah menghasilkan gerakan dakwah yang dikenal dengan gerakan tarbiyah (Rahmat, 2005). Gerakan Ikhwanul Muslimin adalah sebuah gerakan Islamisme atau gerakan yang menganggap Islam tidak hanya sebagai agama tetapi sekaligus ideologi politik (Roy, 1992). Gerakan tarbiyah muncul sejak tahun 1970-an dengan pusat perkembangan utamanya adalah di kampus-kampus dan sekolah-sekolah dan terus berlangsung hingga sekarang. Sistem pembinaan pengkaderan gerakan tarbiyah seperti halaqah (biasa disebut liqa’ atau mentoring), rihlah, amal ‘jamai (kerja kolektif), mukhayyam (berkemah) telah mengakar dalam pembinaan kader lembaga dakwah sekolah dan kampus.

Setelah Soeharto lengser tahun 1998, gerakan tarbiyah berkembang menjadi partai politik Islam dengan mendirikan Partai Keadilan (PK) yang kemudian berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tahun 2001. Meski telah bertransformasi menjadi partai politik, metode pembinaan yang digunakan PKS tetap mengacu pada sistem pengkaderan dakwah tarbiyah yang telah mengakar di sekolah dan kampus tersebut. Bahkan PKS sendiri secara resmi menjadikan lembaga dakwah kampus (LDK) dan lembaga dakwah sekolah (LDS) sebagai sumber rekruitmen peserta tarbiyah yang dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh lembaga dakwah tersebut (Tim Kaderisasi PKS, 2003). Secara tidak langsung suksesnya perkembangan dakwah tarbiyah di sekolah dan kampus telah memberikan keuntungan politik  bagi PKS yaitu dukungan kader tarbiyah terhadap PKS dengan pencitraan partai dakwah.

Fenomena transformasi gerakan tarbiyah menjadi partai politik menjadi menarik diamati karena Ikhwanul Muslimin sebagai sumber ideologi tarbiyah sangat menekankan pentingnya sebuah negara Islam atau khilafah Islamiyah. Hal ini merupakan karakter orisinil pemikiran tokoh Ikhwanul Muslimin yang salah satunya adalah pemikiran Sayyid Quth yang buku-bukunya sering dirujuk oleh gerakan tarbiyah. Namun nyatanya, gerakan tarbiyah mendirikan suatu partai politik yang terlibat dalam sistem demokrasi yang sejatinya bersifat sekuler dan menunjukkan penerimaan terhadap bentuk negara Indonesia berdasarkan Pancasila. PKS menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah bentuk negara yang ideal dan tidak bisa diganggu gugat (Sembiring, 2007). Pernyataan Sembiring tersebut menginformasikan bahwa PKS tidak akan melakukan usaha mengubah Indonesia menjadi negara Islam. Disinilah dapat dilihat kontradiksi perilaku politik PKS dengan ideologi dakwah Ikhwanul Muslimin atau tarbiyah. Di satu sisi dakwah menghendaki pendirian negara Islam tetapi disisi lain dalam pernyataan politiknya partai tidak menunjukkan usaha perwujudan hal tersebut.

Dalam kondisi tersebut peneliti tertarik melakukan penelitian tentang perilaku politik peserta tarbiyah terutama aspek identifikasi dan loyalitas mereka terhadap PKS. Perlu dikemukakan bahwa, dalam keterlibatannya dengan demokrasi, hampir setiap perilaku politik PKS dinyatakan berlandaskan dalil keagamaan, misalnya, PKS adalah partai dakwah, berpolitik adalah jihad siyasy (jihad politik), dan tujuan berpolitik adalah untuk dakwah parlemen. Peneliti ingin melihat apakah dalam kondisi tersebut proses pembinaan kader dengan metode tarbiyah memilikii dampak pada terbentuknya identifikasi dan loyalitas peserta tarbiyah terhadap PKS.

Sosialisasi Politik Keagamaan

Sosialisasi politik adalah proses bagaimana individu mendapatkan beragam bentuk orientasi politik, partisipasi politik, derajat keterlibatan, dan ideologi yang mendasari partisipasi politik tersebut (Glencoe, dalam Hepburn 2005). Sosialisasi keagamaan berperan sebagai agen sosialisasi politik ketika berbagai orientasi politik diperoleh individu dari interaksinya dengan pengalaman keagamaan (Davis, 1992). Untuk selanjutnya, peneliti akan menyebut hal ini sebagai sosialisasi politik keagamaan.

Kegiatan tarbiyah kaderisasi PKS dapat dikatakan sebagai sebuah proses sosialisasi politik keagamaan karena dengan mengikuti kegiatan tarbiyah, baik sebelum dan setelah berdirinya PKS, memungkinkan individu untuk mendapatkan pengetahuan dan orientasi politik disamping mendapatkan pengetahuan agama. Misalnya, beberapa prinsip pemikiran Ikhwanul Muslimin yang disosialisasikan dalam gerakan tarbiyah adalah Islam merupakan ajaran bersifat totalitas yang tidak memisahkan satu aspek dengan aspek lainnya. Dalam ungkapan yang sering digunakan; Islam adalah agama sekaligus negara (din wa dawlah) yang artinya Islam menolak sekularisme (Rahmat, 2005). Contoh lainnya, dari berbagai jenis daurah tarbiyah (sarana untuk membekali peserta tarbiyah dengan pengalaman untuk pengembangan keahlian dan pengetahuan), terdapat daurah yang merupakan kegiatan sosial-politik misalnya daurah penyelenggaraan/pengawasan pemilu dan mengelola lembaga kemasyarakatan (RT, RW, Badan Desa, LSM) (Tim Kaderisasi DPP PKS, 2003). Terkait dengan partai politik, dalam kegiatan tarbiyah diberikan materi saluran politik yang bertujuan agar peserta tarbiyah dapat mengetahui hak-hak sosialnya dalam dunia politik, membandingkan beberapa saluran politik untuk melihat kelebihan, kesamaan, dan kekurangannya dengan objektif, memilih saluran politik dengan benar yang sesuai dengan aspirasinya, dan terlibat aktif untuk menyalurkan ide-­idenya dalam memperbaiki masyarakat pada saluran politik yang dipilihnya (Tim Kaderisasi DPP PKS, 2003).

Identifikasi Partai

Identifikasi partai didefenisikan sebagai kedekatan dan identifikasi psikologis individu terhadap partai politik (Greene, 1999). Sedangkan menurut Campbell et al. (1960) identifikasi partai adalah: “an affective attachment to an important group-object in one’s environment”. Dalton, Flanagan, & Beck (1984)  mendefinisikan identifikasi partai sebagai: “psychological ties between individuals and the parties they support….. has proven to be a fundamental aspect of politics in all mass party democracies” (dalam Grenee, 1999:1). Dari beberapa pengertian dapat disimpulkan bahwa identifikasi partai adalah identifikasi psikologis individu terhadap suatu partai politik, berupa sikap dan kedekatan dengan partai politik, dapat bersifat menetap, dan sangat fundamental dalam mempengaruhi perilaku politik individu.

Greene (1999) mengemukakan tiga sumber berbeda dari sikap terhadap partai politik; 1) kedekatan emosional terhadap partai (partisan affects), 2) Keyakinan-keyakinan terhadap partai politik (partisan cognitions), 3) dan rasa menjadi bagian (sense of belonging) dari partai politik (partisan social identification). Ketiga komponen bersifat independen dan saling berinteraksi dalam mempengaruhi sikap dan perilaku politik. Pada penelitian ini, ditambahkan komponen ideologi sebagai dasar pembangun identifikasi partai pemilih sebagaimana dikemukakan Abramowitz & Saunders (2006) bahwa ideologi sangat penting dipertimbangkan berpengaruh terhadap identifikasi partai. Walau cara pendefinisian ideologi berbeda-beda, para ilmuan politik secara umum memandang ideologi sebagai seperangkat keyakinan terhadap peran yang seharusnya dijalankan oleh pemerintah yang kemudian membentuk respon terhadap berbagai bentuk kebijakan politik yang memiliki ruang lingkup yang luas (Converse dalam Abramowitz & Saunders 2006).

Salah satu peran identifikasi partai adalah membentuk perceptual screen yang menjadi filter terhadap informasi-informasi politik tentang partai yang dipilih individu Campbel (1960). Dengan kata lain, perceptual screen berperan sebagai skema individu dalam hal politik. Identifikasi partai juga dapat mempengaruhi pilihan voting secara langsung atau tidak langsung melalui evaluasi terhadap isu dan kandidat-kandidat yang diusung partai politik (Greene, 1999). Schmitt & Holmberg (1995) menyatakan bahwa identifikasi partai akan menstabilkan perilaku individu pemilih partai dan bila tingkat identifikasi partai menurun maka unsur kestabilan perilaku individu akan merosot (dalam Mujani, 2007). Ketika identifikasi partai berkurang perilaku bergonta-ganti pilihan partai (electroral volatily) akan cenderung meningkat.

Loyalitas Partai

Menurut Djupe (2000) pengertian loyalitas adalah, “a continued psychologycal identification and social attachment arising from involvement with a social or political institution, whether a class, movement, car brand, sports, team, beer, politcal party, religion (hal 2)”. Maka loyalitas partai adalah kelanjutan identifikasi psikologis dan meningkatnya kedekatan sosial yang muncul dari keterlibatan dengan sebuah partai politik.

Djupe (2000) mengemukakan tiga elemen pembangun perilaku loyal. Pertama, elemen ikatan psikologis (psychological ties) yang merupakan keadaan sikap dan perilaku loyal pada objek loyalitas yang diterapkan sepanjang kehidupan manusia (Djupe, 2000). Ikatan psikologis ditunjukkan dengan adanya komitmen individu terhadap objek loyalitas (Hirschman 1970, dalam Djupe 2000). Bagi orang yang loyal, memilih institusi politik selain objek loyalitas adalah hal yang tidak terfikirkan dan bukanlah sebuah pilihan, walaupun ia mendapatkan keuntungan dari hal tersebut (Sunquist, dalam Djupe, 2000).

Kedua, hubungan ikatan sosial (social ties) berfokus pada afiliasi individu dengan objek loyalitas akan menimbulkan usaha-usaha untuk memperkuat jaringan sosial yang membentuk momentum afiliasi yang lebih kuat dan sulit untuk diubah-ubah. Dengan adanya ikatan sosial ini, individu terlibat dalam jaringan sosial untuk mendukung (atau dipaksa mendukung) dan membantu pemeliharaan afiliasi (maintenance of affiliation).

Ketiga, elemen keadaan sosial (social circumstances) dimana dapat diketahui peningkatan dan penurunan kondisi loyalitas partai karena dipengaruhi oleh fenomena atau kejadian-kejadian sosial. Dalam konteks loyalitas partai, misalnya,  terungkapnya skandal partai politik dapat menurunkan loyalitas terhadap partai politik pada partisan yang kurang loyal. Mobilitas geografis dapat menyebabkan hilangnya loyalitas karena individu bisa terlepas dari jaringan ikatan sosial partai politik. Selain itu, media massa juga dapat menunjukkan kondisi loyalitas partai misalnya dengan adanya pemberitaan televisi yang gencar tentang skandal suatu partai politik akan menciptakan peluang bagi individu untuk membentuk pilihan-pilihan politik lain (Djupe, 2000). Djupe juga menjelaskan bahwa orang yang memiliki kualitas pendidikan yang baik, dapat menunjukkan loyalitas yang cenderung bertahan lama.

HIPOTESIS

H1: Terdapat pengaruh sosialisasi politik keagamaan tarbiyah terhadap identifikasi partai, komponen identifikasi partai (afeksi, kognisi, ideologi, dan identitas sosial), dan loyalitas partai pada pemilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS) peserta tarbiyah

H2: Terdapat perbedaan kekuatan identifikasi dan loyalitas partai pada pemilih PKS peserta tarbiyah dengan pemilih PKS non-tarbiyah dimana kelompok pemilih peserta tarbiyah memiliki identifikasi lebih kuat dan lebih loyal terhadap PKS.

silahkan ^_^

http://www.4shared.com/file/142654493/e521295

/PENGARUH_SOSIALISASI_POLITIK_KEAGAMAAN_TERHADAP_ID.html


Baiti Jannati.. May 27, 2009

Posted by Hidayat Syam in Baday Free MP3/Videos Kajian Islam.
5 comments

Menikah adalah sunnah nabi yang mulia yang disyariatkan pada muslim dan muslimah yang sudah mampu dan layak untuk menikah. Membina rumah tangga berarti menyatukan dua pribadi yang berbeda yang bisa diniatkan benara karen Allah akan menjadi jalan keberkahan hiduo dan dunia akhirat, insyaallah.

Namun, membina rumah tangga penuh dengan tantangan dan tanggung jawab. Suami dan istri memiliki peran yang saling mengisi dan saling berkerja sama menutupi kekurangan masing-masing. tanggung jawab tersebut bilamana diabaikan akan bisa menjadi malapetaka. Jadilah rumah tangga bukan lagi surga dunia tapi malah neraka dunia sebelum neraka akhirat.

Permasalahan rumah tangga ini dibahas dengan sangat lugas oleh Ustad Armen Halim Naro Rahimahullah. Dengan kehalusan akhlak dan ketegasan suara beliau dalam berceramah, isi ceramah yang syarat ilmu pun, kajian ini menjadi nakhoda yang dapat dipanuti untuk kita dalam mengaruhi bahtera rumah tangga. Semoga Ceramah beliau bermanfaat bagi kaum muslimin dan beliau sendiri rahimahullah dan mengalir pahala baginya di syurga.

Mendengar kajian ini, akan membantu pasangan yang memiliki cita-cita untuk melangkah menuju syurga di atas ketaatan pada Allah. Amin

Kajian Islam ini terdiri dari 4 kajian.
silahkan di donload

Link 1:
http://www.4shared.com/file/75132161/f6d3812/001_070407KWM_aBina_Rumah_Tangga_I_4145.html

Link 2:
http://www.4shared.com/file/75132595/88914818/002_070407KWM_bBina_Rumah_Tangga_I_3223.html

Link 3:
http://www.4shared.com/file/75133259/90613adf/003_070428KWM_aBina_Rumah_Tangga_II_3445.html

Link 4:
http://www.4shared.com/file/75133690/420165ab/004_070428KWM_bBina_Rumah_Tangga_II_3006.html

Wasiat ulama-ulama Salaf May 26, 2009

Posted by Hidayat Syam in baday free e-books.
1 comment so far

Para shahabat merupakan generasi yang paling benar dan baik baik dalam menjalankan Islam. Dibawah bimbingan rasulullah shalallahu’alaihi wassalam mereka menjalankan Islam dan berjuang menegakkan Islam dengan perjuangan yang kemudian dipuji oleh Allah Subhanahuwata’ala.

Allah berfirman “Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka (dalam melaksanakan) kebaikan, Allah ridha kepada mereka; dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang di dalamnya terdapat sungai-sungai yang mengalir. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (Q.S. At-Taubah:100).

Selanjutnya muncullah generasi para ulama salaf yang sangat kuat dalam memegang teguh peninggalan para Rasulullah di atas pemahaman para shahabat. mereka menjalankan agama benar-benar dibawah bimbingan hadist nabi dan di atas pemehaman kaum terbaik Islam, tidak membuat-buat hal baru karena kebodohan, kepentingan hawa nafsu, dan menurut akal pikiran mereka sendiri.

Nasihat dari kaum terbaik di atas sangat kita perlukan dalam membingkai perjalanan keislaman kita sebagai seorang muslim terlebih di zaman yang zangat penuh dengan fitnah ini. Nasihat-nasihat tersebut terkandung dalam buku ini sehingga sangat layak untuk dimiliki.
Buku ini menyajikan 12 nasehat yang sangat bermanfaat dari para Imam Salaf, diantaranya : Ali bin Thalib, Umar bin Khatab, Umar bin Abdul Azil, Imam Ahmad bin Hanbal dan selain mereka, yang bisa anda petik faedahnya dengan membaca ebook ini.

Buku ini merupakan karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali, seorang murid senior syaikhul Islam abad ini yang diakui kepakarannya oleh para ulama dalam bidang hadist nabi shalallahu’alaihi wassalam, yakni Syaikh Nashiruddin Al Albani. Semoga Allah memberikan mereka ganjaran yang setimpal atas usaha beliau.

Free for everyone

Download Link:

http://www.4shared.com/file/94642589/84e4c05c/wasiat_ulama.html

apa itu cinta… May 26, 2009

Posted by Hidayat Syam in Torehan baday.
2 comments

sembari melangkah lelah, jiwaku menggandeng tanganku

kemudian ia membimbing diriku menyusuri jalan-jalan hati

langkah demi langkah kami lalui dengan perasaan yang resah

Akhirnya jiwaku berkata pada diriku:

“Ketahuilah, sesungguhnya cinta itu adalah ciptaan dan milik Allah

Maka jangan engkau paksakan nafsu dan kebodohan manusia untuk menafsirkannya

Sesungguhnya di zaman ini

Aku banyak melihat manusia

Menukar kebenaran dengan nafsunya dan mengelabui banyak manusia

Sementara mereka terus menyatakan diri berada di atas cinta dan kebenaran

Tunggulah, bila sampai waktumu untuk mengetahuinya nanti

Engkau akan menyaksikan dengan jelas

tidaklah mereka mengeluarkan sepatah kata kecuali kedustaan..”

kemudian.. sembari menundukkan kepalanya dengan layu

karena tidak dapat mengingkari kenyataan bahwa suatu saat nanti kami akan berpisah jua

Jiwaku berkata lagi pada diriku:

“Aku malu melihat dirimu mengais-ngais di tanah yang kering

sedangkan engkau berharap mendapatkan setetes air kehidupan”

banyaklah menangisi dirimu

-adabaday-