jump to navigation

sebuah pertanyaan pahit di balik kata cinta November 3, 2009

Posted by Hidayat Syam in Torehan baday.
6 comments

love

 

Kepada para pengembara

dan para kisanak atau kisanuk yang mengaku berjalan di atas jalan cinta

aku katakan padamu, dan mudah-mudahan aku tidak berkata di atas nafsuku

aku nasihatkan diriku mudah-mudahan aku tidak berkata di atas nafsuku..

Apabila rasa yang engkau pendam  itu

sejak dari hulunya benar-benar di atas cinta sejati karena Ilahi

Maka ia akan senantiasa membahanakan hidupmu dengan bahagia

sebab cinta seperti itu seperti wewangian yang mengisi segenap ruang jiwamu

Bila Allah meneguhkan cintamu

maka tiada pekerjaanmu kecuali bersenandung syukur dan rindu

Dan bila engkau tidak sampai pada cintamu

bersabar adalah pekerjaan yang memerdekakanmu dari rindu

Namun, bila rasa itu sejak dari benihnya

tumbuh di atas tanah nafsu

maka cinta bisa membunuhnu

sebab pekerjaan hawa nafsu itu adalah menyemburatkan racun yang membunuh sendi-sendi hatimu

hingga engkau menderita merasa, patah, kalah, dan terkungkung rasa gundah

serta membuat lupa dengan Allah

karena hati kita sangatlah lemah

karena hati kita sangat lah lemah..

karena hati kita sangatlah lemah

sebab itulah cinta itu hendaknya tidak berlabuh kepada selain Allah

sebab cinta sama sekali tidak layak disembah atau diagungkan sedemikian rupa

apakah kau lupa bahwa tidak sama orang yang terpenjara dengan orang yang merdeka

dan kemerdekaan jiwa itu tidak akan kau raih melainkan bila engkau senantiasa bersama Allah

Jadi hendaklah kita terus berusaha membersihkan sebuah rasa yang menguasai jiwa itu

yang diwakilkan dengan sederhana dan tidak begitu berat di lidah mengatakannya

yakni

….CINTA….

bak setangkai bunga sejuta warna dalam taman Allah yang Maha Mulia

-adabaday-

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.